Tentang Waktu dan Orang-orang

 

Aku heran pada orang-orang yang mencari uang sampai sakit-sakitan, lalu uang itu dihabiskan untuk berobat sampai sembuh. Ada ustad berkata, kita di jalan dakwah ini, tak ada kata istirahat, istirahat kita disana nanti di syurga.

Teman-teman saya ada yang memilih merelakan waktunya untuk bertemu temannya, demi mengejar karirnya. Dia mengikuti kata imam syafie, yang berkata bahwa air yang tidak mengalir akan busuk, panah yang tetap pada busurnya tak akan mengenai sasaran dan perkataan kalau kamu berada di satu negara saja, ibarat membaca buku hanya satu halaman.

Orang yang sudah ke Luar negeri

Beberapa orang yang tidak kuliah, atau tidak mujur nasibnya atau malas masa mudanya, harus bekerja lebih keras demi istri-istri dan anak-anaknya. Ada juga yang harus jauh dengan istrinya, demi karirnya yang lebih mentereng.

Ada seorang teman yang bangga dia tak pernah duduk bersama temannya di warung kopi. Dia menyebut dirinya The Missing Guy in Coffee Shop. Dia punya karir bagus di perusahaan yang mumpuni dan posisinya pun bergengsi. Karena dia tak punya teman yang banyak di desanya, maka saat ada kejadian musibah di rumahnya, dia perlu berusaha lebih keras untuk panitia yang bekerja di rumah mengurusi segala hal.

Ada lagi teman yang selalu berada di meja warung kopi, dia punya banyak kawan yang membantunya di kala senang, dan di kala sedih ada juga. Dia punya list nomor hape yang banyak dari pemadam kebakaran sampai ambulan. Dia tahu siapa dan kemana pergi kalau ada sesuatu yang diinginkan.

Teman yang baik selalu berteman

Setiap orang butuh keramaian dan butuh sendiri. Aku tak bisa menulis kalau suasana ribut sekali dan sedang banyak orang bicara yang bisa aku dengar jelas. Tapi kalau ide lagi menggebu-gebu untuk ditulis ya aku paksa.

Salah satu hiburan seseorang, adalah melihat orang lain. Makanya kadang orang baru duduk di warung kopi yang ramai. Kemudian penyakit orang Aceh ini adalah ikut –ikutan, misalnya walaupun Chevrolet Spin dan Suzuki Ertiga  lebih bagus, orang Aceh lebih memilih memakai Avanza atau innova, karena itu lebih banyak dipakai sama orang-orang. #soktahu

Lalu banyak orang yang membuang waktunya. Ada yang duduk di warung kopi, tanpa melakukan apa-apa, hanya tangannya di hape scrolling. Ada yang membuang waktunya dari shubuh untuk memancing. Ada yang membuang waktunya yang berharga menjaga toko, ada yang membuang waktunya di jalan, dalam hidupnya dihabiskan di dalam mobil, padahal dia supir dan harus mengantar sesuatu untuk mendapat upah, dan itukan bukan buang-buang waktu, bagaimana sih yang tulis ini?

Para penunjuk laut

Bagiku, hidup harus seimbang, berimbang, bersinambungan dan berfaedah. Pembagian waktu untuk tidur, bekerja, bersama keluarga, bersama teman dan sendiri. Aku benci bekerja sampai malam, kadang sore pun sudah kengkot –sudah tidak tenang lagi- sudah terpatri ini waktunya bersama teman-teman sekejab sebelum magrib. Magrib sampai isya itu adatnya anak-anak sudah dirumah, bersama ayah bunda, selagi mereka masih ada kita wajib menyapa, menanyakan bagaimana keadaannya dan bisa juga kalau kita masih sekolah, menceritakan bagaimana hari ini di sekolah walaupun mereka tidak tanya. Beberapa orang yang sibuk, tak sempat menghubungi orang tuanya saat masih hidup, ada sudah sedeng –semacam stres,  dan  berbicara dengan kuburan.

Waktu sendiri, walaupun ini egois juga bagiku perlu, itu adalah dimana saat saya menulis, termasuk tulisan ini, waktu untuk membaca dan membaca juga saat mandi, kan gak mungkin berdua kecuali ditempat wisata. Yang perlu saya tekankan di sini saya sudah 30 tahun sendiri, kayaknya sudah saatnya beristri. #plak!

Tapi Al-fatih pernah mengorbankan waktunya untuk menaklukkan konstatinopel sampai dia tak tidur-tidur sebelum kota itu jatuh ke tangan kaum muslimin. Tapi setelah menang dia kembali hidup normal, tapi tetap mengurangi tidur malam untuk tahajud. Itu berlaku juga pada bulan ramadan untuk kaum muslimin, gitu sunnahnya.

Who is This?

Javier Zanetti, selalu tidur jam 10 setiap malamnya dan manfaatnya dia bisa bermain bola sampai usia 40an dan staminanya masih seperti dia bermain usia 30an. Orang yang hidup adalah yang bergerak, seperti ikan dilautan mereka dicukupkan rezekinya sama Allah, ada ayatnya, siapa saja yang bergerak dimuka bumi ini, maka akan dicukupkan rezekinya. bergerak menuju tempat kerja, tukang sapu kalau tak bergerak, maka tak bersihlah yang dibersihkannya. Supir L-300 kalau tak jalan-jalan maka akan dimaki penumpang, tukang pijat kalau tak bergerak maka tak mau lah orang membayar. imam kalau tak bergerak maka jamaah akan tetap di rakaat pertama sepanjang masa. maka dari itu teman-teman, hati-hatilah di jalan, yang di hati, kapan kita jalan-jalan?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *