Travel With Me #19: Jelanga Mata ie, Pelopor wisata Islami Pidie Jaya

 

Jika tuan hendak ke Pidie Jaya, ada telaga di tengah perkampungan, tempat bermulanya sebuah sungai. Tempat biasa ibu-ibu mencuci pakaian ini disematkan menjadi nama desa  tersebut. Jelanga Mata Ie. Kecamatan Bandar Dua. masuknya lewat jalan di depan SPBU, berbelok belok beberapa kali, lalu laju kita tiba di sana.

Jadi Tempat Mandi terjernih

Selain Jelanga mata ie di seputaran desa yang subur ini juga terdapat desa. jelanga barat, jelanga timu. Dan jelanga masjid.

Pidie Jaya selain terkenal dengan Adee, boh seumta (Manggis), dan jalan layang  pertama di Aceh,  juga terkenal dengan sumber daya air bersih yang banyak. Yang paling mainstream adalah Batei iliek, sungai dan rujak lezatnya.

Tersembunyi di balik perpohonan yang rindang. Jalan yang sudah diaspal membuat objek wisata potensial tidak susah untuk dijangkau dari kota Ulee Glee. Belum berdirinya kafe-kafe juga menambah kesan natural di mata air ini.

Pusara air ini selalu stabil sepanjang tahun. Air membuncah mengalir menjadi rahmat bagi penanam padi di kampong sekitar aliran sungai ini. Masyakarat menggunakan air yang berlimpah ini untuk mandi, cuci dan you know…

Saat kami datang, banyak anak-anak sedang mandi. Airnya hanya sekitar satu meter sehingga aman untuk mandi. Yang tidak bias berenang maupun yang takut tenggelam dalam penderitaan sepanjang jaman. Ikan yang banyak dan kecil-kecil saja tidak takut berenang disana walaupun sudah tenggelam seluruh badannya.

Untuk yang mau mandi harus memakai pakaian lengkap, tidak boleh bertelanjang dada dan pakailah celana panjang. Selain dilarang membuka aurat, disini juga dilarang mengupat. Hebat kan?

Peraturan-peraturan Islami jelas terpampang di balai istirahat sehabis mandi bagi wisatawan.

160 Hari Di Steemit, Berwisata dan Menyetarakan diri dengan @cutthara

 

Tidak terasa 100 hari lagi, saya sudah setahun di Steemit. Tapi karena dead is uncertain (meninggal tidak tentu kapan) jadi saya tulislah untuk merayakan kehidupan selagi bisa. Minggu lalu untuk merayakan 160 hari di Steemit saya diajak @fahrijoeli dan @akbarrasf ke sungai Lhok Keutapang, untuk menikmati kopi arang dan pemandangan sungai yang menawan.

Bisa Mandi dan Versantai (foto by @kemal13)

Sungai yang bersih, pemandangan yang indah dan kopi robusta yang enak kini menjadi andalan wisata alam di Jalan Keumala-Tangse, Pidie. Lebaran kemarin Bang, Macet luar biasa di jalan itu loh, untunglah saya, Akbar dan Ikhsan Effendi jadwal kami kesana, kadang-kadang sebulan sekali, kadang-kadang kalau ada tamu ke kota ini kami ajak kesana. Jadi perginya tetap di masa yang tak macet dan bisa menikmati suasana dengan lebih rileks.

Minggu ini, dua hari lalu saya, yang merayakan 160 hari di Steemit diajak ketua KSI Banda Aceh. @kemal18, ke spot wisata baru di dekat tebing Lampuuk. Turut serta dalam rombongan @cutthara, @aldi, @mauli dan steemian terkenal lainnya di Banda Aceh. Saya harus ikut karena diajak ketua, dan kata Jackie Chan, berwisatalah kalian, karena uang itu bisa kembali lagi, tapi kesempatan jalan-jalan tidak. Makanya saya mencoret jadwal ngopi saya dengan teman SMA di sore ini.

Kalau Keumala-Tangse penuh saat lebaran, Lampuuk-Lhoknga penuh di akhir pekan. Makanya muncul tempat-tempat baru untuk menampung aspirasi masyarakat. Maka penyebab dari banyaknya orang yang perlu asupan liburan laut (Vitamin Sea) maka mereka yang sibuk bekerja bagai kuda senin-sampai jum’at, perlu hiburan di sabtu minggu. Maka kesinilah mereka, karena tempat ini baru. Orang-orang suka yang baru, seperti pakaian baru, sampai istri baru.

Saya lupa nama tempat ini, @kemal13 nanti tolong dituliskan yang benar. Ini adalah tempat di samping tebing Lampuuk, tapi bukan tempat mainstreamnya. Ini baru saja dibuka dan koteknya pun masih dalam tahap pembangunan. Tapi indahnya tempat ini adalah kafe di tebing dengan pemandangan laut yang biru. Beberapa keluarga di pantai sedang mandi dengan riangnya, diatas pasir putih yang menghampar sejauh pandangan mata.

Ada juga beberapa pasangan yang berfoto ria dengan latar batu karang yang di terpa ombak. Ada juga adik-adik bercadar mencoba bermain air dan berfoto dengan teman-temannya. Di cafe kita bisa mendapatkan makanan-dengan membayar tentunya dan dapat tempat duduk dari kayu yang nyaman sambil mendengar deru ombak. Sungguh minggu yang menyenangkan untuk dihabiskan dengan orang tersayang –kalau ada.

Yang masih dalam pembangunan adalah akses menuju kesini, belum ada aspalnya dan kita harus mengendarai motor di sela jurang. Kalau masa kering begini bolehlah, tapi kalau hujan maka ini tidak layak untuk dikunjungi, karena jalannya masih tanah kuning dan sedikit berbatu.

Foto by @kemal13

Di kepergian ini -pilihan kata yang salah.  ada @cutthara yang disuruh mention  kalau saya menulis laporan jalan-jalan ini.  Dia terpampang wajahnya di Simpang Lima sekarang, akibat dari menang ke Jepang dan menjadi brand ambasador produk kecantikan Natasha.

Reputasi Tara di Steemit adalah 54, sejak saya melihat dia dan tahu dia level 54 saya berniat mengejarnya. Dan sekarang sudah bisa, reputasi kami sudah sama. Seiring dia sudah sibuk sama Natasha jadi sudah jarang meng-update postingannya.

Keahlian Tara, sama dengan @orcheva sedikit, walau Aan lebih advance lagi, mereka bisa membuat gambar doodle. Yaitu lukisan indah paduan garis dan lingkaran, hasilnya nanti saya share di sini. Beberapa lukisan mereka di posting di steemit dan bagaimana cara membuatnya, juga diterangkan di setiap postingan, kalau penasaran, silahkan di stalking.

Setelah kami bicara dan ngomong –sama aja. Rupanya Tara penyuka film tentang sejarah. Dia menyebutkan film klasik mengharukan Mongol, cerita tentang awal mula Jengis Khan menyatukan suku-suku di Cina dan berniat menguasai dunia.

## English Version ##

160 Days In Steemit, Travel and Equalizing level with @ cuttara

100 days to go, I’ve been in Steemit for a year. But because dead is uncertain. So, I write to celebrate life while you can. Last week to celebrate 160 days in Steemit I was invited @ fahrijoeli and @akbarrasf to Lhok Keutapang river, to enjoy the coffee of charcoal and the view of the charming river.

Clean river, beautiful scenery and delicious robusta coffee is now the mainstay of nature tourism on Keumala-Tangse Street, Pidie. Lebaran yesterday Bang, Tremendous jam in the street loh, fortunately me, Akbar and Ikhsan Effendi our schedule there, sometimes once a month, sometimes if there are guests to this city we invite there. So the go remains in a period that is not jammed and can enjoy the atmosphere with more relaxed.

This week, two days ago I, who celebrated 160 days in Steemit, was invited by the chairman of Banda Aceh’s KSI. @ kemal18, to the new tourist spot near the Lampuuk cliff. Participated in the entourage @ cuttara, @aldi, @mauli and other famous steemian in Banda Aceh. I have to go with the chairman, and Jackie Chan says you’re on your way, because the money can come back, but the chance is not. So I crossed out my coffee schedule with high school friends this afternoon.

If Keumala-Tangse is full during Lebaran, Lampuuk-Lhoknga is full on weekends. Hence emerging new places to accommodate community aspirations. So the cause of the many people who need the intake of sea holidays (Vitamins Sea) then those who are busy working like a horse Monday – until Friday, need entertainment on Saturday week. So here they are, because this place is new. People love new ones, like new clothes, to new wives.

I forgot the name of this place, @ kemal13 later please write down the right one. This is a place beside the Lampuuk cliff, but not the mainstream place. It’s just opened and its cackle is still under development. But the beauty of this place is the cafe on the cliff with the blue sea view. Some families on the beach were showering cheerfully, on the white sand that spread as far as the eye.

There are also some couples who take pictures ria with a background of rock in the waves. There are also veiled younger sisters trying to play water and take pictures with his friends. In the cafe we ​​can get food-by paying of course and can be a comfortable wooden seat while hearing the roar of the waves. What a wonderful week to spend with dear ones-if anything.

Which is still under construction is access to here, there is no asphalt and we have to ride a motorcycle between chasms. If the dry period like this may be, but if it rains then it is not worth to visit, because the road is still yellow soil and a little rocky.

On this departure – wrong choice of words. there is @ cuttara who was told to mention that I am writing a report of these streets. He is on his face at Simpang Lima now, the result of winning to Japan and becoming Natasha’s brand ambassador of beauty products.

Tara’s reputation at Steemit is 54, since I saw her and know she’s level 54 I intend to pursue her. And now we can, our reputation is the same. As he’s already busy with Natasha so rarely update his post.

Tara’s expertise, the same as @orcheva a bit, though Aan more advanced again, they can create a doodle image. That is a beautiful painting blend of lines and circles, the results I will share here. Some of their paintings in the post in steemit and how to make it, also explained in each post, if curious, please in stalking.

After we talk and talk the same. Apparently Tara is a film buff about history. He mentioned the classic Movie Mongol, the story of Genghis Khan beginning to unite the tribes in China and intend to rule the world.