MovieReview: Thanos, Sang Pengumpul Batu Giok, Lari ke Tangse

 

Setelah berbulan-bulan menunggu akhirnya Avenger, Infinity Wars hadir versi Bluraynya ke tengah-tengah netizen. Film yang ditunggu-tunggu ini adalah film versi hemat yang kita bisa melihat Avengers, Guardian Of Galaxy, Black Panther dan Dr. Strange hanya dalam satu film. Minus ant-man yang disebut-sebut saja tapi tidak muncul sampai akhir acara.

Karena Superheronya banyak tentu saja penjahatnya harus ditambah lagi. Maka adalah penjahat paling kuat di Galaxy di film hampir sepanjang film India ini yang bernama Thanos. Dia adalah penghancur planet-planet dan suka mengumpulkan batu giok yang berkhasiat. Ada enam batu yang hebat di dunia ini, ada yang bisa mengendalikan waktu, yang dipakai Dr. Strange sekarang, ada yang mengendalikan realitas yang disembunyikan Gamora di planet lupa saya namanya. Dan ada batu di kepala Vision (mind Stone) dan batu bertuah lainnya yang tersebar di galaksi Power stone (yang sudah dimiliki Thanos setelah menaklukkan Zandar), dengan memiliki semua batu itu ditangan, maka akan bisa menguasai dunia dan planet-planet.

(Source)

Di awal film kita akan melihat sambungan film Thor Ragnarok yang kapalnya lagi menuju bumi tapi ditengah jalan, bukan jalan sebenarnya kan gak ada jalan diangkasa? Oh maksud saya ditengah perjalanan dibajak Thanos dan dihancurkan lalu mereka mengambil satu batu yang menjadi andalan di Film Avenger satu yang diberi judul Tesseract (Space Stone), yang memungkinkan orang berkunjung antar planet dengan sekejap.

Lalu batu pertama diambil dan Thanos ke planet lain untuk mencari batu lain. Sedangkan di bumi ada dua batu, Batu gajah dan batu bara… ups maksud saya batu pikiran dan waktu. Avenger yang masih di bumi ada Spiderman, Iron Man, Wakandaman, kapten Amerika, Janda Hitam dan para penggembira seperti Falcon dan War machine, -saya tak lihat hawk eye? Apa dia sudah meninggal?

Situasi menjadi rumit ketika Thanos ke bumi membawa pasukan Venom versi lemahnya, binatang-binatang aneh seperti alien yang menggigit dan berkecepatan tinggi, seperti di film My Hero Academia yang disebut Nomu, yang tak punya pikiran, hanya menyerang apa saja di depannya.

 

Thanos juga ada pasukan inti yang empat orang entah, satu seperti monster setengah kadal, setengah seperti teman Hulk di Ragnarok yang bicaranya lucu, tapi ini kejam dan serius menghajar Avenger, ada cewek bertanduk dan ada Squidward, yang bisa menggerakkan besi-besi disekelilingnya.

(Source)

Maka terjadi perang hebat antara manusia, alien dan Ironman hulk buster yang dikendalikan Banner di perbatasan Wakanda, perang ini membunuh banyak jiwa dan raga dan mengakibatkan Thanos mendapat batu berikutnya.

(Source)

Di film ini juga kita akan melihat senjata dan armor baru superhero kesayangan kita, seperti cara berubah Ironman, Perisai Baru Kapten Amerika dan yang seru adalah armor baru Spiderman yang sudah ada kaki laba-labanya, di versi kartunnya dia sudah disebut Iron Spider, gabungan senjata Iron Man dan kekuatan dia sebagai spiderman. Oh ada yang lebih wah lagi senjatanya, Palu baru Thor.. bukan palu sekarang dia pakai, tapi sudah kapak yang bernama Stormbreaker (penghancur badai?) akibat palu ini Thanos harus lari ke Indonesia, kayaknya duduk di Tangse, di gubuk kayu sambil memandang sawah, setelah lelah dihajar oleh gabungan superhero bumi dan luar angkasa. istirahat disana selama selama setahun sebelum film Infinity Wars 2.

Kalau mau nonton film seru penuh dengan pahlawan super, maka ini layak dinonton seluruh staf ahli dan ahli family. Tak ada adengan cabul disini dan penuh pesan moral filmnya. Ada juga lucu-lucu sedikit.

Maafkan Aku Avengers, Aku Lebih Memilih Kampungku

Bagi orang mungkin berbakti di Gampong setelah kuliah di kota besar adalah mimpi buruk, Pidie sebagai suku perantau, memilih ke luar daerah kalau sudah akil balig. bagi beberapa kalagan,  kalau kita buat hirarki yang sempurna mungkin begini, SD di Gampong (tingkat gampong), SMP di kota kecil (tingkat Kecamatan), SMU di kota besar (tingkat Kabupaten), kuliah di  ibukota/luar negeri dan terakhir mati di luar angkasa. Siklus hidup yang kita jalani memang naik turun pertama kita sekolah di gampong, lalu tidak bisa kuliah karena tidak cukup biaya. Keadaan pada kalimat yang pertamalah yang harus aku jalani sementara, pulang kampong. Harus bergaul dengan sapi-sapi di jalan, kerbau-kerbau yang juga di jalan yang harus kita kepinggir karena mereka baru saja pulang berkubang.

Padi menghijau di sawah, di angkasa elang putih kepala berputar-putar melihat dengan sigap apakah ada ular di pematang sawah, ohh..petani yang tidak bisa computer, tidak tahu twitter dan bukan facebooker. Mereka setelah subuh sudah kesawah tanpa harus mata bengak karena semalaman melihat timeline mantan. Ohh.. petani yang tak tahu komputer, yang tidak pernah memakan pizza, mereka sangat berbahagia.

Di relung-relung irigasi ikan gabus berlari, menghindari ular sawah yang mengejarnya. Ikan krueb, ikan greu, ikan seungkoe, ilis, kepiting dan udang hidup tentram dalam sungai irigasi. Irigasi airnya kini kuning karena sedang musim hujan, anak-anak petani sekarang sudah jarang yang mandi di sungai ini karena mereka tahu airnya tidak baik untuk badan. Orang-orang Gampong bukanlah orang bodoh yang bisa di stir kesana-kemari.

Kuberdiri di atas saluran irigasi dan sadar satu hal: kemiskinan bukan salah pemerintah. Kalau kita bekerja keras, kita akan kayak arena yang keraslah yang bisa bekerja kalau itu sambungannya. Masyaral muslimin dan muslimat, yang sudah kawin maupun belum sunat. Salah pemerintah itu adalah pembangunan peGampongan yang kurang. Saya berdiri disini kesal para petani yang sudah bekerja keras di sawah, harus bekerja keras lagi saat mereka mengangkut hasil sawahnya, mendorong mobil karena jalan ini tidak di aspal, jalan di depan kantor gubernur itu sudah berkali kali di aspal walaupun jalannya tidak rusak padahal yang melintas di situ bukanlah pekerja keras, sungguh berat diskriminasi ini.

Lalu kenapa Aceh barat selatan dan Aceh Lauser Antara ingin merdeka? Ya gara-gara ini; Pembangunan tidak merata, Di pedalaman Takengon orang masih tinggal di rumah-rumah kayu yang kecil bahkan ruko-ruko kota kecil disana masih juga berbahan yang sama. Maju hanya di teriakkan para politisi saat mereka kampanye tanpa menghadirkan bukti setelah mereka terpilih. Cuihh! Kepada para penipu itu.

Kenapa jadi tulisan politik ini? Padahal saya hanya mau mengambarkan kehidupan Gampong saja disini, ini pasti gara-gara spanduk dan baliho wajah-wajah orang di jalan-jalan yang tersenyum Cuma untuk di baliho, dan nanti waktu kita pilih mereka, mereka akan memalingkan wajahnya dari kita, ahh…

Saya malah sudah sangat bersyukur bisa kembali ke Gampong. Bisa menyempurnakan ilmu kita dibagi untuk masyarakat, kalau dikota sudah cukup banyak yang seperti kita, mungkin terliterasi dengan baik secara pemahaman dan pemikiran. Alasan syeikh Ali Jaber meninggalkan Arab Saudi, karena katanya orang disana tak perlu lagi di dakwah, beliau ke Indonesia supaya ilmunya bermanfaat di sini.

Jusuf Kalla di debat kandidat presiden juga saat ditanya kalau kalah bapak kemana, beliau menjawab, saya akan kembali ke kampung saya, menjaga masjid.  Maka, pilihan hudip, itu terserah kamu. Mau berbakti dimana?

Saheba…oh…Saheba..

 

Setelah kedatangan anak baru, suasana kemudian berubah. Bintang sekolah yang dulu diampu oleh Emina, kini ada anak baru yang lebih membuat siswa cowok penasaran, Saheba. Sedikit tentang Emina, yang sudah menjadi seleb sekolah. Dia ya tentu saja cantik, kearab-araban dan sedikit kurang dalam ilmu pengetahuan, sehingga dia mau saja berbicara dengan banyak laki-laki dan menertawakan apa yang mereka bicarakan, humor-humor garing dan sudah kadarluarsa, bahkan tak lucu, bisa membuat Emina tertawa.

Saheba adalah gadis intelektual yang pemilih. Wajahnya kalau kita lihat dari jauh seperti winni the Pooh versi manusia, matanya dan pipinya, hidungnya tetap bentuk hidung manusia, alisnya sama tebal, dan tatapannya serius. Daripada berbicara banyak tak berfaedah ala Emina Saheba memilih diam, jangankan untuk didekati laki-laki, teman sekelas yang cewek saja takut-takut suka (yee-yee galak) mendekati dia. Saat jam istrirahat saja dia aman-aman saja duduk sendiri, sedangkan siswi lain pasti duduk dengan dua, tiga orang teman, kalau tidak mungkin takut disangka tak punya teman, tapi Saheba aman dia dengan sebungkus minuman duduk sendiri memandang kolam di halaman sekolah.

Emina sudah berpacaran dengan seorang kakak kelas yang lumanyan keren, Maun. Walaupun banyak cewek lain yang diganggu oleh Maun, tapi Emina tak peduli, karena dia juga begitu. Aku sebagai murid kelas satu, heran, kenapa aku tidak populer. Apa karena aku tidak suka mandi dulu kesekolah, atau aku tak punya bakat apa-apa.Padahal banyak menurutku, siswi yang baru masuk ini yang keren-keren, tapi kenapa cowok tak ada yang suka. Kenapa trending topiknya Saheba.

Bulan-berganti tahun, belum juga aku mengerti kenapa Saheba jarang mendapat teman, apalagi pacar. Aku saat itu sudah rajin mandi, karena ada peringatan dari pihak kebersihan sekolah, kalau tak mandi di saat masuk sekolah, akan dimandikan dengan air siram tanaman. Aku mendekati  Saheba di kursi kantin dan menyodorkan coklat.

Dia membelalakkan mata ke arahku “Ngapain kamu kesini?” dia memicitkan mata

“maaf saya juga kayak kamu, tak punya kawan” kataku

“Kita beda, kamu tak punya kawan, karena tak ada tak ada yang bisa diandalkan dari kau, aku tak punya teman karena aku sanggup hadapi semua sendiri’

Aku terduduk dan menyerumput teh dingin dalam mug.

“aku selektif dalam memilih kawan, yang bermanfaat dan nyaman, gak kayak kamu, siapa aja kamu kawanin, gak punya prinsip”

Aku menyerumput teh lebih dalam dan sekarang sudah bersuara. Saheba sekarang diam dan masih memandangku tajam, mungkin menunggu kata-kataku.

“a.a.aku tidak pilih kawan-kawan karena aku pikir semua orang dasarnya baik, dan..kalau tak baik sekarang, mungkin dia baik dimasa depan” aku membetulkan duduk dan dengan santai meletakkan tangan diatas meja dan memulai pidato.

“Selama belum 30 tahun, manusia bisa berubah, bisa jadi yang bodoh sekarang menurut mu, akan pintar dikelas selanjutnya nanti, demikian juga yang pintar, bisa jadi bodoh kalau dia tidak terus belajar.”

“Hmm…lalu?” Saheba mulai mendengarkan.

“Kalau kita terlalu banyak memilih teman, maka tak akan ketemu nanti teman sampai kelas tiga yang sempurna, kita harus menerima kekurangan teman-teman kita, karena itu kita berteman untuk memaklumi kekurangan mereka,”

Saheba merampas coklat di meja dan berlalu pergi, tapi dari tatapannya, mungkin dia akan menjadi manusia berbeda besok, mungkin menjadi lebih ramah.

Telor Aceh, Kini Sabtu Minggu Tak Perlu Lagi ke Medan

Prolog

Harga telor kini 2.000 rupiah perbutir. Abdur saat bermain judi dengan temannya, temannya berantam apakah tomat itu buah atau sayuran. akhir dari debat panjang itu, mereka mengambil kesimpulan kalau semua yang ada bijinya itu buah-buahan, termasuk manusia berjenis kelamin pria, digolongkan dalam buah-buahan.

****

Segerombolan oknum tukang becak menunggu penumpang sampai larut malam. Pria kurang berpendidikan ini, sudah bermalam-malam melihat orang gila berjenis kelamin wanita duduk di dekat got pangkalan becak. Akibat ide celaka seorang oknum mereka memandikan dengan sabun wangi orang gila yang naas itu, malam yang gelap dan dinding sumur terminal menjadi saksi aksi bejat oknum tukang becak mengagahi perempuan gila yang tidak waras itu –jelas lah men, orang gila memang tak waras

Source

****

Bisnis lendir marak akhir-akhir ini dan sudah ada yang ditangkap. Yang belum ditangkap masih berkeliaran di kafe-kafe dan ngopi-ngopi bersama calon penggunanya sebelum malam sedikit Jula (larut) aku pikir semua sudah ditangkap, diberi wejangan dan siraman rohani dan para penyedia jasa panti pijat tuna susila itu sudah taubat dan kembali ke jalan yang benar.

Aku lalu terkejut rupanya lebih banyak pasukannya sekarang,  setelah kudengar paparan taksi onlen yang dipancing pertanyaannya oleh Syeikh kami yang bangga kalau namanya disebut, tapi aku gak boleh sebut, nanti ketauan kota mana kejadian ini.

 

Sang Supir berbicara ringkas, padat dan jelas tentang maksiat yang dia lakukan kalau malam ada orderan. Dia bilang awalnya dia akan menjemput Apam online (Ao) di Kafe, lalu tengah malam dia akan mengantarnya ke kosan si Ao. Biasanya hotel yang dituju adalah hotel yang di seputaran kota juga, hotel yang aman pokoknya, yang tak berani digerebek karena backingnya kelompok yang kuat dan berkuasa.

Source

Mungkin penguasa kota kali ini tidak suka menggerebek, penguasa lebih tinggi lagi sudah bertahun-tahun tidak mau menandatangani hukum yang memberatkan para Ao dan penggunanya. Maka masalah sampah masyarakat ini makin bau dan bisa menjadi daya tarik wisata baru, tapi kayaknya tak bisa dong masuk devisa, kan ini illegal, gak ada pajaknya. Kalau pemakai dan yang dipakai bayar pajak, mungkin ke kota C sudah ada kapal penyebrangan baru.

Terlihat di saat ditangkap, korbannya cantik-cantik, dipakaikan topeng hasil tangkapan ke dua, yang pertama jelas wajahnya dan mungkin adek itu sudah jera, karena sudah malu keluarga rupanya dikirim orang tua kuliah, di kota B ini kerjaannya.

Source

Para penegak hukum juga disebut polisi syariah seharusnya sudah memakai alat-alat KPK untuk mengumpulkan bukti prostitusi ini, mungkin sudah bisa sadap telepon mami yang dicurigai menjual anak-anak ini kepada pria hidung belang dan bekerja sama dengan sopir taksi onlen yang membawa dan mengantar ‘pasien’nya ke om-om dan ke rumah kosnya.

Seandainya giat dan atas nama kebenaran, mungkin banyak Ao yang bisa diselamatkan dan dikembalikan ke habitat seharusnya mereka, seiring dengan hedonisme kota yang adek-adek suka mengumbar barang mewah di sosial media, mau uang cepat laki-laki bisa terjerumus ke jual narkoba dan wanita bisa menjadi Ao kalau tak kuat agama.

Kalau tidak ada tindakan cepat dari pemangku hukum, maka ada adik-adik mahasiswi lagi nanti tergoda ingin cepat kaya, karena itu bisnis sangat menguntungkan, barangnya tak habis-habis. Tak perlu banyak modal dan sewa toko untuk berjualan.

Maka perlu tindakan keras bagi para pelaku, saya hanya bisa memberitahu, untuk kebenaran birdnews (kabar burung) ini, bapak-ibu pembaca perlu mencari sama siapa saja yang tahu tentang perkara penyakit masyarakat ini.

Movie Review: DeadPool 2, Latihan Jadi X-Men

 

Film superhero (atau dia anti-hero?) yang  menjijikkan dan banyak bicara kembali dirilis sekuelnya, Deadpool kini punya banyak teman yang mempunyai kekuatan super di film terbarunya ini. Kita akan berkenalan dengan Domino kekuatannya hanya beruntung, Vanisher mampir sebentar diperankan Brad Pit, Cable – Josh Brolin pemeran Thanos dan disini dia kuat juga sniper dari masa depan dan kuat pokoknya badanya setengah metal juga, Firefist- yang mau dibunuh Cable dia bisa mengeluarkan api dari tangannya, Colossus – pria berbadan metal dan berbicara bahasa inggris dengan aksen Rusia yang sangat kental, Negasonic Teenage Warhead –cewek tomboy yang kuat, lupa kekkuatannya apa, Juggernaut –ini sepertinya makluk yang paling besar di penjara mutan, kekuatannya seperti Hulk.

 

(Source)

Dalam satu jam lebih kita akan dibuat tertawa dengan dengan humor-humor sarkasme dan mengejek artis, film marvel, film superhero dan mengejek DC kadang-kadang. Ya berkisah tentang Deadpool yang sudah seperti superman yang memberantas kejahatan antar benua, dan keluarganya dibunuh mafia. Lalu dia merasa hampa dan diambil oleh collosus untuk direkrut jadi X-men, masalahnya datang ketika seorang mutan kuat remaja Firefist ingin membunuh dokter yang menyiksanya.

Saat dokter ingin diselamatkan, rupanya dokter ini kerjasama sama DMC (mungkin seperti polisi yang menangkap semua mutan jahat) dan deadpool dan firefist ditangkap, lalu masuk ke penjara mutan, ketemu mutan lain, Cable datang merusak penjara, lalu dia kabur dan serangkaian aksi film hollywood biasa, seperti kejar-kejaran mobil, tembak-tembakan, peluru habis lalu berantam tangan kosong, ya begitu-begitu lah.

Ini Juggernaut, seperti Hulk tapi jahat (source)

Film ini tidak membosankan. Melihat superhero-superhero yang baru dengan kekuatan berbeda dan ceritanya walau biasa tapi sedikit berbeda. Ada pintu-pintu dimana akan ada sambungannya. Mungkin akan digabung film X-Men sama Deadpool nanti di film ketiga. Mengingat disini Deadpool direhab mentalnya di sekolah X-men, juga nampak sekilas profesor X dengan storm dan yang cepat itu dan kawan-kawan lain, sesama X-men.

Deadpool dikabarkan akan ditemani anaknya Wolverine di film selanjutnya. Dan isu lebih parah lagi kalau superhero marvel akan digabung semuanya untuk melawan Thanos. Bayangkan Guardian of Galaxy, Avengers dan  X-Men  dalam satu film, harus ditambah durasi kayaknya.

Film Deadpool kali ini lebih banyak adegan putus tangan dan putus badan, tak cocok selamanya Deadpool ini dinonton anak-anak –walaupun aksi alat terbaru dan canggih Cable itu wah sekali. Bapaknya anak-anak atau yang belum ada anak-anak juga harus beberapa kali mual saat adegan-adengan yang menjijikkan. Jadi tak cocok menonton humor jorok Ryan Renold ini saat makan. Sudah demikian saja, selamat menyaksikan sambil menunggu Avenger Infinity Wars yang akan bluray beberapa hari lagi.

Celaka Enampuluh

Saat sedang menggali lubang untuk pipa di depan rumahnya, ibunya berkata kepada kami pekerja yang berjumlah empat orang.

Para Penggali Got, yang mana yang Jawa?

“Anak saya boleh pacaran asalkan tidak hamil” ibu paruh baya yang gendut itu dengan dasternya, berdiri di depan pagar, sambil melihat kami yang sedang bertahan hidup dengan bekerja begitu keras, aku memakai sebo, karena aku malu bekerja seperti ini. Mungkin yang ibu ini tuju atau arahkan supaya anaknya boleh dengan siapa saja disini maksudnya adalah mandor kami. Yang klimis, rambutnya undercut dan berbaju putih tanpa noda sedikitpun.

Hari kedua kerja kami sudah agak lewat dari depan rumah ibuk daster ini, kami sudah menggali di depan rumah toko seorang bapak yang sopan, dia berkulit putih juga anaknya yang sudah dua, masih SD entah TT, yang lucu-lucu membuat semangat bekerja.

Saat istrirahat kami diberi minum air sirup satu cerek dan pisang goreng yang dimasak istrinya, istrinya bilang “ayok Mas, jangan malu-malu, ini pisangnya dari kebun belakang rumah” aku membuka sebo dan melahap pisang.

“Saya Bang, bukan Mas, kami, satu orang dari Jawa, yang lainnya Aceh” kataku lalu meneruskan makan dan meraba gelas plastik untuk minum.

“aduh maaf, saya kira Jawa” jawab istri bapak sopan duduk di samping suaminya di depan ruko, tangannya memegang nampan, bekas gelas dan cerek.

“Ibu yang di rumah putih itu siapa buk” tanya mandor kami yang Jawa.

“Oh.. ibu Rina, lama dia di Malaysia, jadi pembantu rumah tangga disana, tahun lalu baru pulang”

“Oh…” kami menganguk-angguk sambil melanjutkan makan.

“anaknya suka gonta-ganti cowok dan…”

Tiba-tiba suaminya memijak kaki ibu sopan, sebagai kode supaya tidak cerita itu dilanjutkan, mungkin bapak sopan tahu, membicarakan orang lain itu dosa, bisa termakanlah semua pahala, yang sudah dikumpulkan di kebun belakang termasuk ini pisang.

Penggali Got, menikmati makanan dan mendengar ghibah ibu-ibu tentang dia

Tapi aku orang yang penasaran, setelah menggali lagi kedepan rumah lain. Aku bertanya pada anak lain, yang sebaya dengannya, siapa sebenarnya anak ibu Rina. Tahulah saya hari terakhir kami kerja. Anaknya itu model seksi, karena ibunya membebaskan dia. Dia sering ikut photoshoot dan pernah jadi model video klip.

Lama dia di Banda Aceh, kata orang-orang dia dibawa pria mantannya, ngakunya sih pencari bakat. Rupanya dia ditangkap dan masuk berita di koran. Setelah itu mamaknya malu dan mengurus supaya dia dibebaskan dan sekarang dia dikirim ke Malaysia, biar tak malu keluarga.

“jadi dia pernah jadi itu?” tanyaku penasaran.

“Iya, prinsip mamanya yang Abang bilang tadi, boleh pacaran asal jangan hamil mungkin itu, kan kalau gituan, kan gak hamil” ucap Adek ini bangga.

“Tapi Bang, gampong ini tidak malu gara-gara si itu saja. Banyak cerita lain yang membuat gampong ini malu sejak dulu, misalnya penemuan bayi, ada cowok di rumah cewek tengah malam terciduk sama ayah si cewek dan kasus yang tidak abang bisa bayangkan lain, ada satu orang bang, kayaknya cocok untuk abang,” terlihat wajah adek ini sangat bahagia saat mengucapkan ini.

“Berkasus juga?” tanyaku.

“iya bang, anak haram dia, tapi canteeeek kali, mau bang?”

Aku berpikir sejenak, dikepalaku muncul ilmu mawaris dan seakan-akan aku bersama seseorang dan di kiri kanan penuh hujatan.

“boleh sih, tapi abang harus lari ke Malaysia juga, biar jangan malu keluarga” kataku mengambil cangkul dan kembali bekerja.

Tips Tambahan Supaya Bisa Menulis Setiap Hari, Menyempurnakan tulisan @acehpungo dan @bookrak

 

Penulis itu adalah orang-orang berakal (meuakai atau poh akai?) tak ada ide menulis, mereka kadang menulis tentang menulis. Bagaimana menemukan ide dan bagaimana kegiatan mereka sehari-hari minimal. Anak-anak blogger Aceh di Gaminong Blogger pernah mengatai saya rajin sekali saya menulis, sehari ada satu postingan ke Steemit, padahal ya tidak juga, kalau lagi galau kadang tidak menulis sampai tiga hari.

 

Pagi ini saya membaca tulisan @acehpungo. Ulasannya tentang trik dia menulis itu mengagumkan, bagaimana bisa sebuah foto juga bisa menjadi tulisan yang panjang. Lalu beberapa jam setelahnya saya terkikih melihat @bookrak juga menulis judul postingan men-surah tulisan Bang Taufik Mubarak, yang meliterasi kita bagaimana kita mencari ide tulisan dengan membaca koran pagi, walaupun koran pagi itu sudah basi, karena biasanya Serambi Indonesia itu, adalah berita yang sudah terjadi di Aceh, kemarin. Sama juga dengan kita baca koran Kompas, yang menceritakan tentang Indonesia kemarin, setiap hari ininya.

Seno Gumirah Ajidarma pernah menyombongkan diri, dia angkuh dan berkata, kalian kasih saja aku satu kata, aku bisa membuat tulisan yang panjang tentang kata itu. Kalau kita kasih kata Kopi, mungkin beliau akan panjang lebar menjelaskan tentang sejarah ditemukannya kopi, perkembangan kopi di Asia, jenis kopi, warung mana saja menjual kopi, kopi yang berbuah pohon kopi jantan apa betina, siapa-siapa saja peminum kopi sampai dimana saja dia minum kopi setiap hari.

Pantesan si Tere Liye itu judul novelnya  kini singkat-singkat; Hujan, Pulang, Komet dan lain-lain. Dee juga judul novelnya singkat, Supernova, Partikel, Larung, Samam dan Filosofi Kopi –ini yang saya tahu dan ingat judulnya. Novel-novel menarik sekali loh untuk dibaca supaya kita lancar menulis, di novel kita menemukan kata baru, ide baru, teman baru untuk duduk dikamar kita, memenuhi rasa penasaran kita tentangnya di halaman-halaman berikutnya, merupakan pengalaman yang mengasikkan dan menyembuhkan kesepian, saat teman-teman bicara jauh maka novel lah menjadi teman dekat, disaat tidak ada orang yang mau mendekat.

Berarti Men, kalau kita mau menulis itu harus segala tahu, atau bagi penulis fiksi boleh segala sok tahu, supaya bisa menulis sengawur mungkin. Lalu untuk segala tahu mungkin boleh di tahap awal membaca koran, untuk tahu Aceh kemarin baca Serambi Indonesia untuk tahu Indonesia kemarin baca Kompas. Untuk tahu segala tentu saja perlu bacaan yang lebih kaya.

Ahmad Baedowi, Abangnya A. Fuadi, penulis novel Negeri Lima Menara, pernah berkata pada saya, malah menunjuk-nunjuk saya, dia berkata “menulis dan  membaca itu satu tarikan nafas” aku katakan padanya “bukankah menulis dan membaca itu dua sisi mata uang?” bukan dia  bilang, menulis itu satu tarikan nafas dengan membaca. Kami bertemu di Sukma Bangsa Pidie, dan aku baru tahu kemarin dia abangnya A.Fuadi, keren keluarga mereka, Ahmad Baedawi, kami panggil pak Bae, menulis non-fiksi, sedangkan adiknya menulis novel, lebih terkenal adiknya sih.

Untuk mengakhiri tulisan ini, ada empat hal yang harus kita perhatikan dalam membuat tulisan. Tak perlu empat-empatnya sih, minimal tiga saja ada, sudah memada (cukup) untuk kriteria tulisan kita bagus atau tidak. Yang pertama adalah tulisan kita harus informatif (Practical benefit) ada manfaat ilmu pengetahuan atau info bermanfaat yang pembaca dapatkan sesudah membaca tulisan kita. Yang kedua adalah intelektual benefit, yaitu kita akan bilang dalam hati, oh.. begini rupanya setelah kita membaca tulisan. Kemudian emotional benefit, tulisan yang baik bermain dengan emosi kita, makanya novel-novel kadang membuat orang menangis, tertawa sampai kecewa –kalau novelnya ternyata tak bagus, dan rugi uang kita habis beli. Yang terakhir adalah mencerahkan (spiritual benefit) tulisan kita menggugah orang, menjadikan pembaca lebih baik, dan bervaedah kepada para pemirsah yang bacah, itu ajah.. karena magrib hampir tibah… kita lanjutkan di lain kesempitan.

 

 

Kamu tidak Sebaik yang Mereka Tuduhkan

 

Ada tiga macam cara orang dalam menghadapi masalah, pertama orang kecil, sempit pemikiran dan sumbu pendek. Masalah kecil bagi mereka menjadi masalah besar, bahkan tak ada masalah pun jadi masalah. Karena sumbunya pendek, dia gampang marah, gampang meledak. Yang kedua adalah orang yang berpikir dan berjiwa besar, masalah besar sama beliau bisa jadi kecil, bahkan masalah besar bisa jadi tidak ada masalah. Kemudian kita mengenal orang bijak, orang yang bisa mengambil hikmah dari setiap masalah. Kali ini ada orang keempat, apapun yang terjadi dalam hidupnya menjadi jalan untuk mendekatkan diri pada Allah, ahli syurga bisa menahan amarah dan ahli syurga suka memaafkan orang.

Aku tak luput dari masalah, tadi dituduh mencuri… ah.. untung bukan uang yang banyak, kalau iya, mati saya. Saya dituduh mencuri proposal… padahal saya kalau mau bisa ambil di internet. Sangat sedih kita dituduhkan pada hal yang tidak kita lakukan, makanya fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan.

Hati yang kuat adalah bisa memaafkan dan tidak memperdulikan apa yang mereka tuduhkan. Sebenarnya saya sudah memaafkan, mengabaikan dan tidak peduli dengan masalah ini, ini hanya tidak ada postingan saja, maka guru menulis saya menyuruh menuliskan apa yang kamu pikirkan, makanya saya menulis ini.

Awal mula saya adalah orang baik-baik dalam anggapan mereka, dan saya harap selamanya begitu. Aku dimasukkan oleh ketua mereka ke Grup dan aku mengklaim diri sebagai penasehat, waktu berlalu, rapat-rapat dan buka puasa bersama.

Semalam aku dikeluarkan dari grup hanya karena aku mengeluarkan satu kata yaitu “lucu kali grup ini” melihat mereka saling menuduh sesama tanpa arah, entah siapa yang dituduh penghianat, musang berbulu domba dan kambing berbulu singa.

Aku berbesar hati mengingat rumus, kalau kamu dikeluarkan dari semua grup WA berarti kamu yang salah –Padahal bisa jadi hape hilang. Kalau kamu dikeluarkan dari satu grup WA berarti grupnya yang salah. Haha, bukan grupnya, oknum didalam grup.

Kalau masih berjumpa nanti, aku masih mengangap mereka saudara, sesama muslim harus sayang menyayangi. Sakitnya lagi aku jarang sekali dikeluarkan dari grup manapun, keluar sendiri banyak. Ini rasanya seperti dapat nilai merah di bahasa mandarin saat SMU, padahal semua nilai lain bagus.

Padahal sudah lama ingin keluar dari grup itu, karena banyak sekali energi negatif dan tuduhan-tuduhan tanpa bukti jelas. Tapi saya pikir karena saya penasehat saya wajib bersabar dan memberi nasehat.

Kini nasehat terbaik saya pahami adalah menjadi tauladan, mencontohkan, dan tetap pada jalur yang benar, kita tak bisa meluruskan semua orang tanpa meluruskan diri sendiri. Orang-orang yang jauh dari ciri-ciri yang kita sukai sebaiknya kita hindari. Kita para penyuka wisata, bergaullah dengan yang suka wisata. Yang menyukai seni, bergabunglah dengan seniman. Yang suka marah-marah, tinggalkanlah mereka sendiri.

Hidup terlalu singkat untuk mengurusi orang-orang yang membenci kita, fokuslah pada orang-orang yang menyayangi kita, nikmatilah hidup yang sementara ini dengan selalu bercukur kalau sudah panjang. Bersyukur dengan nikmat Allah dan bersabar atas segala cobaanNya.

Artis tidak begitu menanggapi semua komentar yang ditujukan padanya. Kalau harus dibalas semua ya, harus menyewa tangan lain. Makanya saya bukan artis, jadi saya balas sedikit. Masih banyak waktu kita untuk sama-sama berubah menjadi lebih baik. Semangat!

 

@Sangdiyus Menyuruh Saya Menonton  Padmawati 2018

Beliau dalam kurung sang Diyus, dibulatkan a keong di namanya dan tidak dispasi seperti judul, kalau kawula muda mau mengecek dia siapa dan tulisannya yang perlu kita pahami setelah dibaca berulang. Beliau saya berjumpa baru dua kali dalam seumur hidup saya.

Pertama kali adalah dia gondrong, berjaket abu-abu dan duduk bersama teman-teman steemian di bibir danau laut tawar. Saya duduk agak sedikit jauh, mendengarkan. Dia sedang berbicara tentang gunung-gunung yang didakinya sambil menunjuk-nunjuk gunung yang terlihat dari semburat subuh yang membuat danau dan gunungnya semakin terlihat di pagi yang danau laut tawar paling banyak di foto untuk dijadikan konten di Steemit, termasuk ketua Chapter Pidie, menjadikannya wallpaper.

(Source)

@sangdiyus kemudian berbicara tentang warung kopi surat kabar, lupa saya apa nama warungnya, katanya duduk disana kita akan mendapat semua kabar dari Gayo, kalau kita duduk di warung itu. Kata orang beliau nulisnya bagus, filosofis dan ber-nas. Salah-satu tulisannya Jangan Beragama melalui kalkulator mendapat respon paling banyak di kotaku, aku dan @akbarrafs berusaha meluruskan pemahaman yang bertanya kepada kami, siapa @sangdiyus dan kenapa dia menulis seperti itu, kalau tidak kami luruskan mungkin akan terjadi demo besar-besaran di kantor gubernur. #lebay

 

Setelah seminggu beliau di Banda Aceh, saya akhirnya bertemu lagi. Sebenarnya lebih banyak orang yang lebih penting untuk saya temui, tapi karena datang dari jauh beliau saya hargai. #emangsayasiapa. Saya duduk sedang dengan Ikhsan Maulana  (@lontuanisme), yang sudah berpindah satu kali karena kata Iksan saat mati lampu dan genset dihidupkan “kami mencari ketidakbisingan, malah dapat kebisingan.”

Jadi kami pindah ke depan, di Warung CN Premium, paswordnya Narukok. Di seberang jalan tertancap Gramedia, mbak-mbak Aceh bercelana jeans ketat dan baju dinas semi oblong bertulisan Gramedia. Mall buku itu seakan-akan memanggil saya dan berkata…’mas…ayo ke lantai dua… beli buku… di Sigli gak ada buku gini….

Panggilan itu saya abaikan dan saya duduk membelakangi Gramed. Saya dan Ikhsan berbicara tentang hal yang tak mungkin saya saring eh, maksud saya Sharing, karena belum ada izin dan mungkin tak cukup kertas.

@sangdiyus tiba disana, dia memakai jersey Barcelona dan dia mengeluh soal mandi, katanya gak enak mandi di Banda, airnya panas. Kenapa gak mengaku saja kalau memang dia malas akan hal itu, tak usahlah mencari-cari alasan.

Yang mengejutkan dia mengatakan kalau film Padmawati (2018) itu film bagus, padahal saya sudah duluan bilang sama @akbarrafs kalau film yang sudah dia resensi itu membosankan. Saya pulang ke Sigli dan mengunduhnya, menontonnya  walaupun dua tahap. Gak sekali habis. Rupanya memang bagus. Saya jadi sedikit teringat film Troy dan film Raanjhanaa.

Iskandar Sani. Adalah sebutan untuk Alauddin Khilji. Komandan perang yang diceritakan disini yang berhasil mengalahkan tentara mongol. Film yang banyak adegan potong kepala ini bersetting masa zaman kerajaan era (vemvorosan kata). Saat itu kerajaan Islam di India komandan pasukannya Alauddin (Raja Islam), yang dia membunuh raja sebelumnya dan pesaing-pesaingnya untuk agar dianya menjadi raja.

Penampakan dek Fatmawati, yang kalau di Banda Aceh, jualan nasi ayam (Source)

Kemudian disisi lain ada kerajaan Hindu, Chotti oh bukan… Chittor kayaknya. Kerajaan yang ratunya bernama Padmawati ini dikatakan cantiknya seperti Cleopatra, tinggal di hutan dimasa mudanya dan dinikahi oleh Raja Chittor, Padmawati diperankan oleh Deepika Padukone, yang menyelamatkan banyak film india gagara aktingnya yang keren walaupun kadang-kadang ceritanya ngawur.

 

Film ini hampir tiga jam dan karena kata @sangdiyus “dipenuhi adegan-adengan yang menakjubkan” saya nonton sampai habis. Ya sih beberapa adegan mengagumkan, kalau mengagumkan menurut Diyus boleh saya artikan kejam. Saya merekomendasi film ini untuk dinonton tapi jangan baper, jangan pulak nantik bilang raja islam itu kejam dan serakah. Ending film ini tak tertebak, seandainya dimasa kerajaan di India itu ada pemadam kebakaran yang sangat cepat bekerja, mungkin ending film ini akan berbeda.

 

Satu Malam setelah Raja Ditangkap

 

Untuk prolog cerita ini, saya mau membagi tahu tiga segitiga yang dibutuhkan manusia, segitiga pertama adalah kekayaan, istri dan rumah tinggal yang layak. Itu perputaran segitiga pertama. Segitiga kedua adalah ingin populer, dikenal orang, terkenal, ngartis atau punya jabatan yang bisa dilihat dan dikenal semua orang -mugkin tahap pertama  di daerahnya. Sedangkan segitiga ketiga, ini yang paling penting dan yang paling diinginkan manusia, tapi saya sudah lupa segitiga apa, apa warnanya, apakah merah marun, saya lupa, saya lanjutkan ke cerita saja.

(Source)

Kerajaan federal  Ceha dihebohkan oleh peristiwa di satu malam. Berada dibawah kerajaan Santara yang punya tentara khusus bernama Kapeda, menangkap yang mau mereka tangkap. Beredarlah kabar tentang raja yang bukan-bukan, mungkin saja yang iya-iya tapi tanpa penelitian ilmiah yang jelas, membuat berita ini simpang siur, simpang mesra dan simpang lima.

Tahun ini belum ditemukan mobil, hanya kereta kuda andalan untuk transportasi, kami para peminta pajak harus menempuh perjalanan jauh untuk mengumpulkan upeti dari gampong ke gampong, sampai kadipaten ke kadipaten.

Saat kami duduk di kereta kuda milik kerajaan. Aku bersama Ilhama, bersama, Alfata, Tana, Mardira dan Rafata mereka berkelakar tentang lima aib raja. Tana bilang, Raja itu membiarkan permaisurinya ikut campur dalam urusan kerajaan. Alfata berkata Raja itu makan sendiri uang rakyatnya tanpa membagikan pada menteri dan pengawal-pengawalnya. Mardira berkilah dia raja sudah sangat congkak dan mencari banyak musuh di pasar.

(source)

Aku terduduk di depan bersama sais membetulkan kuda supaya baik jalannya. Aku juga angkat bicara kalau seseorang yang berkata kasar, pasti ada bayangan gelap yang disembunyikan. Ilhama juga ikut meneruskan, katanya saat raja dibutuhkan oleh pasukan yang mengkudeta raja Zakara dulu, semua pasukannya saat mereka menuntut jerih setahun dua kali, sang raja kabur ke istana lain.

“permaisuri yang mana yang dilibatkan ke urusan kerajaan?” tanya Rafata.

Kami hanya tertawa karena dia memang tidak peduli masalah kerajaan. Tana lalu membeberkan sebuah rencana. “Bagaimana kalau kita menculik raja malam ini juga, supaya dia tidak dibawa ke kerajaan Santara untuk diadili?”

“Gila kamu!” Jawab Rafata panik.

“Pasukan Kapeda itu bukan orang biasa, mereka para ahli dan dilindungi ninja-ninja terhebat kerajaan Santara! Mereka punya persenjataan lengkap untuk melumpuhkan siapa saja yang menghalangi mereka bertugas”

“Yasudah, tidak jadi” cetus Tana sambil mengalihkan pandangannya ke jalan.

(Source)

“Tapi strategi raja memenangkan pemilihan raja itu keren” Ilhama mengganti topik pembicaraan.

“Raja bukannya tidak dipilih?” tanyaku

“ini cerita fiksi” jawab Ilhama

“kita punya selatan, barat, timur, utara dan kerajaan pengacau yang punya banyak calon raja masa itu dan dimanfaatkan oleh raja yang ditangkap” Ilhama berhenti sebentar di tempat penjual tebu, kami semua turun dan memesan minum dan duduk melanjutkan  pembicaraan. Ilhama melanjutkan penjelasannya.

“Raja sebelum terpilih memecahkan suara rakyat sepecah-pecahnya sehingga raja lama Zakara tak bisa menang, kerajaan pengacau mencalonkan tiga raja, termasuk penasehat yang sudah lanjut usia, dipanas-panaskan untuk maju sebagai calon. Kerajaan Pengacau pecah dan memang tak bisa bersatu dari dulu, orang-orang kerajaan lebih memilih ke luar supaya bisa memajukan negara lain, karena didalam diisi para kabinet yang kadang tak mau menerima ‘singa’ baru.

(Source)

Ilhama meneguk air tebunya dan melanjutkan, setelah itu utara yang basis pendukung raja lama, Utara adalah daerah sulit ditaklukkan. Seorang calon raja yang pintar, tapi tidak cukup pintar menolak orang kepercaan raja baru yang disusupi untuk  berkampanye mendukung calon raja yang pintar ini tapi membelot lagi ke raja lama di detik-detik akhir pemilihan, sehingga membingungkan para pengikut raja pintar yang sudah niat memilih.

Clank!!!

Tana membanting gelas ke meja dan pecah. Dia bangun dan berorasi

“ini penghinaan seenaknya mereka menangkap raja kita! Tak sadar mereka Santara itu dulu karena kita Santara itu berdiri sampai sekarang!”

Aku menariknya duduk dan membayar segala kerugian, dan mengisyaratkan Ilhama untuk menyiapkan untuk melanjutkan perjalanan.

Rafata membalas “Tak mungkinlah tak salah ditangkap Tan! Pasti pasukan Kapeda menangkap sembarangan tanpa bukti yang jelas!”

“Cukup!” kataku, “jangan dilanjutkan lagi.” Ini sepertinya sudah cukup satu postingan.