Kamu tidak Sebaik yang Mereka Tuduhkan

 

Ada tiga macam cara orang dalam menghadapi masalah, pertama orang kecil, sempit pemikiran dan sumbu pendek. Masalah kecil bagi mereka menjadi masalah besar, bahkan tak ada masalah pun jadi masalah. Karena sumbunya pendek, dia gampang marah, gampang meledak. Yang kedua adalah orang yang berpikir dan berjiwa besar, masalah besar sama beliau bisa jadi kecil, bahkan masalah besar bisa jadi tidak ada masalah. Kemudian kita mengenal orang bijak, orang yang bisa mengambil hikmah dari setiap masalah. Kali ini ada orang keempat, apapun yang terjadi dalam hidupnya menjadi jalan untuk mendekatkan diri pada Allah, ahli syurga bisa menahan amarah dan ahli syurga suka memaafkan orang.

Aku tak luput dari masalah, tadi dituduh mencuri… ah.. untung bukan uang yang banyak, kalau iya, mati saya. Saya dituduh mencuri proposal… padahal saya kalau mau bisa ambil di internet. Sangat sedih kita dituduhkan pada hal yang tidak kita lakukan, makanya fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan.

Hati yang kuat adalah bisa memaafkan dan tidak memperdulikan apa yang mereka tuduhkan. Sebenarnya saya sudah memaafkan, mengabaikan dan tidak peduli dengan masalah ini, ini hanya tidak ada postingan saja, maka guru menulis saya menyuruh menuliskan apa yang kamu pikirkan, makanya saya menulis ini.

Awal mula saya adalah orang baik-baik dalam anggapan mereka, dan saya harap selamanya begitu. Aku dimasukkan oleh ketua mereka ke Grup dan aku mengklaim diri sebagai penasehat, waktu berlalu, rapat-rapat dan buka puasa bersama.

Semalam aku dikeluarkan dari grup hanya karena aku mengeluarkan satu kata yaitu “lucu kali grup ini” melihat mereka saling menuduh sesama tanpa arah, entah siapa yang dituduh penghianat, musang berbulu domba dan kambing berbulu singa.

Aku berbesar hati mengingat rumus, kalau kamu dikeluarkan dari semua grup WA berarti kamu yang salah –Padahal bisa jadi hape hilang. Kalau kamu dikeluarkan dari satu grup WA berarti grupnya yang salah. Haha, bukan grupnya, oknum didalam grup.

Kalau masih berjumpa nanti, aku masih mengangap mereka saudara, sesama muslim harus sayang menyayangi. Sakitnya lagi aku jarang sekali dikeluarkan dari grup manapun, keluar sendiri banyak. Ini rasanya seperti dapat nilai merah di bahasa mandarin saat SMU, padahal semua nilai lain bagus.

Padahal sudah lama ingin keluar dari grup itu, karena banyak sekali energi negatif dan tuduhan-tuduhan tanpa bukti jelas. Tapi saya pikir karena saya penasehat saya wajib bersabar dan memberi nasehat.

Kini nasehat terbaik saya pahami adalah menjadi tauladan, mencontohkan, dan tetap pada jalur yang benar, kita tak bisa meluruskan semua orang tanpa meluruskan diri sendiri. Orang-orang yang jauh dari ciri-ciri yang kita sukai sebaiknya kita hindari. Kita para penyuka wisata, bergaullah dengan yang suka wisata. Yang menyukai seni, bergabunglah dengan seniman. Yang suka marah-marah, tinggalkanlah mereka sendiri.

Hidup terlalu singkat untuk mengurusi orang-orang yang membenci kita, fokuslah pada orang-orang yang menyayangi kita, nikmatilah hidup yang sementara ini dengan selalu bercukur kalau sudah panjang. Bersyukur dengan nikmat Allah dan bersabar atas segala cobaanNya.

Artis tidak begitu menanggapi semua komentar yang ditujukan padanya. Kalau harus dibalas semua ya, harus menyewa tangan lain. Makanya saya bukan artis, jadi saya balas sedikit. Masih banyak waktu kita untuk sama-sama berubah menjadi lebih baik. Semangat!

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *