Dari Karbala sampai Cordoba dan belok Sedikit ke Konstantinopel

 

Setelah @akbarrafs menulis tentang sekelebat sejarah yang dia tahu, saya juga ikut-ikutan. Kalau Akbar menceritakan satu-satu negara, Saya akan  menceritakan episode-episode sejarah saja. Biar tak dikira nanti saya meniru dia, gak sudi saya. Baiklah saya mulai.

40H/661 M

Saidina Ali dibunuh oleh Abdurahman ibn Muljam, hari jumat subuh. 17 ramadan tahun 40 H. di Kufah. Lalu Muawiyah tak ada saingan dan dia mendeklarasikan diri menjadi Kalifah.

Cordoba (Source)

680 M

Yazid anak Muawiyah menjadi kalifah dan dia bukanlah kalifah yang baik -keturunan badui, dan tidak belajar keislaman dan pengetahuan, tapi setelah pembunuhan Husain dia menyesal dan mulai mendekati ulama- dan membuat keputusan kotroversial dan ditangisi umat islam sampai sekarang, yaitu membunuh cucu nabi  saiyidina Husain. 20 orang dari pihak dan 400 tentara utusan Yazid sebenarnya sudah bisa membunuh Husain, tapi tak ada yang berani membunuh Husain, saat waktu salat mereka berhenti perang, dan salat berjamaah lalu Husain jadi imam. saya tak kuasa meneruskan  menuliskan ceritanya, takut saya menangis.  baca sendirilah kejadian bagaimana terbunuhnya Husain. Kejadiannya di Karbala.

Tahun 270 H/884 M

Pasukan islam sedang menaklukkan Romawi, Abdah Bin Abdurrahim dengan gagah memimpin pasukan islam, melihat seorang gadis di istana berambut merah dan sungguh cantik. Tergoda dengan kecantikannya, dia meninggalkan pasukannya dan menikah dengan gadis romawi itu di istana, Allah menghilangkan hafalan Alqurannya dan hanya meninggalkan dua ayat, itupun ayat tentang azab.

705 M/30 H

Interior Masjid Kordoba (Source)

Thariq bin Ziyad yang masih menjadi motivasi kita semua, saat peristiwa bagaimana dia membawa islam ke spanyol, saat kapal tentara kaum muslimin mendarat di selat Giblatar, Thariq membakar kapal dan berorasi, “Di belakang kita lautan lepas dan di depan kita musuh, pilihan kita cuma dua sekarang, menang atau mati!”

Islam bertahan di Spanyol 700 tahun, menguasai berbagai kota sampai kota Barcelona. Di Spanyol sains berkembang sangat pesat dan menyamai peradabad Mesir dan Bagdad. Kota Kordoba disebut sebagai City of Light, karena ada jalan puluhan kilometer diterangi cahaya lampu di malam hari. Spanyol menjadi pusat ilmu pengetahuan dunia.

Masjid Cordoba (Source)

1258 M

Tentara Mongol menyerang Bagdad, dinasty Abbasiyah yang berkuasa disana sudah pada masa yang sangat korup. Hulagu Khan berdiri di depan istana dan menyuruh pemuka khalifah mengeluarkan semua hartanya untuk ditumpuk di depan pasukan Mongol, dalam waktu singkat harta kerajaan menggunung di halaman istana, Hulagu tercengang dan berkata “Seandainya kamu memperlakukan hartamu ini dengan adil untuk rakyatmu, maka hari ini tak akan terjadi, rakyat akan melindungi rajanya yang adil” dalam pembumihangusan bagdad yang kejam itu semua buku dibakar sampai membuat air sungai Eufrat dan Tigris menjadi hitam karena abu buku-buku yang dilahap si jago merah. Ada isu kalau buku agama saja yang dibakar, sedangkan buku ilmu pengetahuan dibawa lari ke Eropa.

1266 M

Setelah ayahnya menghancurkan Bagdad, Anaknya Kubilai Khan yang bergaul dengan orang Islam di Bagdad dan membangun kembali Bagdad.

Sungai Tigris (Source)

1031 M

Kerajaan Islam di Spanyol terpecah belah dan bertarung sesama mereka. Huff! Berebut kekuasaan dan saling menaklukkan, malah ada yang meminta bantuan pada kerajaan kristen untuk melawan sesama islam.

1491 M

Kerajaan  Granada Jatuh dan dikuasai Kristen, setahun setelahnya raja Philip II, mengeluarkan peraturan kalau orang Islam harus di usir dari Spanyol. Yang tak mau masuk kristen dibunuh dan yang disuruh keluar Spanyol juga dibunuh.

1453 M

Islambul (source)

Di belahan dunia lain, Turki, Berdiri khalifah Utsmaniah. Dibawah kaisar Alfatih, hadits rasulullah menjadi kenyataan, Sabda Nabi “Konstantinopel akan dibukakan (untuk ummat islam), yang memimpin penaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukannya adalah sebaik-baik pasukan” Alfatih membuat nyata hadis itu setelah 800 tahun Rasullulah wafat. Sebelum ini Muawiyah juga pernah mencoba menyerang Kota Heraklius ini, tapi gagal.

Ottoman Empire, kerajaan Turki Usmani adalah khalifah terakhir Islam. Ibunda Alfatih saat bayinya masih kecil selalu mengelus-elus dinding Konstantinopel, lalu berkata pada anaknya “kamulah nak, yang menghancurkan dinding ini nanti” doa ibu luar biasa.

Tidak hanya itu, saat penaklukan Alfatih ditemani seorang ulama disampingnya. Syeikh Ismail bin Ahmad Alqurani adalah ulama itu, walaupun Alfatih seorang pangeran tapi beliau dididik karakternya dengan keras oleh syeikh, malah pernah dipukul kalau tidak patuh.

Kejadian bersejarah membawa kapal laut di darat saat penaklukan Konstantinopel (source)

Maka saat penaklukan Alfatih bersama Syeikh Alqurani berusaha membuktikan hadis nabi. Sang ulama terus berdoa pada Allah dan khalifah terus berpikir keras bagaimana menembus tembok berlapis Byzantium. Romawi sejak tahun 330M menjadikan Konstantinopel ibukota, mereka mulai sombong kalau dinding ini tidak bisa ditembus, akibat kesombongan ini mereka kini hancur dan kerajaan mereka menciut.

Itu saja dulu yang saya tahu tentang kejayaan islam di masa lampau, ada yang bilang seandainya Raja Philip dan Ratu Isabella tidak membunuh orang Islam di Spanyol, Eropa sekarang di isi orang Islam. Belum tentu juga kan men? Biarlah kita menjadi ummat yang tak memakai kata seandainya, sisa-sisa ajaran islam masih terpatri dispanyol, buktinya orang spanyol sopan dan lebih menjaga lingkungan –nyoe hana meupeu peugah lee.

20 Juli 2018 M,

saya menuliskan ini. Baiklah sudah cukup 600kata, nantikan episode selanjutnya kalau saya ingat menuliskannya. Saya Tugluk Timur Khan, Melaporkan dari Anatolia.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *