Nostalgia dari Yunani ke Bagdad

 

Peradaban Yunani dulu tinggi sekali, mereka tinggi-tinggi juga orangnya –mungkin gara-gara tubuh raksasa itu mereka pernah meraih juara piala eropa- dan membuat bangunan yang tinggi di masanya. Sampai sekarang kita bisa melihat kemegahan Acropolis dan Kuil Apollo di Athena, lokasinya yang di puncak bukit membuat dia tidak terkontaminasi dengan bangunan modern di daratan kota Athena.

Bagdad Masa lalu (Source)

Keindahan bangunan ini menjadi inspirasi bangunan SMA 1 di Banda Aceh dan pilarnya juga ditiru gedung wali nanggroe dan gedung putih di Amerika –duluan istana Wali Nanggro dari Gedung Parlemen Amerika- mereka kaum Yunani itu menciptakan mitos bahwasanya mereka keturunan dewa atau hasil persilangan manusia dan dewa. Mereka jaya di masanya, dengan banyaknya orang belajar ilmu kesana, dan itu tidak selamanya.

Persia –kawasan Iran dan Irak sekarang- juga punya sejarah yang merupakan kekuatan militer terbesar dimasanya. Xerxes dan anaknya Darius membuat imperial Persia menguasai banyak kawasan dengan persenjataan dan tentara terkuat dengan body armor yang anti panah. Tidak hanya dari segi militer pertahanan, persia juga maju dari segi budaya, syair dan seni lainya tumbuh dan berkembang di Persia sampai sekarang. Mereka menyembah api, zoroaster atau paganisme sepertinya nama agamanya.

Ditengah Persia dan Yunani ada bangsa Arab, yang tidak seberapa mana, mereka susah di serang oleh kedua negara kuat diatas, karena dilindungi oleh padang pasir yang susah ditembus para tentara Xerxes, dan tidak penting juga kan untuk diserang. Bangsa Arab saat itu menyembah patung, latta, uzza dan manata. Yang merupakan wujud dewa perempuan, anehnya lagi, bangsa Arab yang dulu tidak adil dan beradap ini membunuh anak perempuan karena dikatakan tak berguna, tak bisa ikut perang, tapi di lain bab, mereka menyembah patung anak perempuan.

Kuil Neptunus (Source)

 

Kemudian nabi Kita Muhammad lahir, api zoroaster yang disembah oleh Persia padam sejenak dan patung di Kabah hancur lebur entah kenapa, walaupun menurut saya dinyalakan kembali, setelah mereka heran-heran sebentar -pernyataan ini tidak ilmiah- tapi saya berpikir mereka terus menyembah berhala dan api, sebelum sampai dakwah nabi.

Saat arab dikembalikan ke izzahnya, menjadi bangsa yang beradap dan adil, damai dan sentosa. Tidak berperang lagi antar sesama, maka mulailah negaranya maju. Masa Nabi Memperbaiki Akhlah, masa Abubakar memperbaiki Akidah, masa Umar mempertahankan apa yang sudah di bangun nabi maupun Abubakar, lalu sudah melakukan ekpansi ke luar Arab. Di masa Khalifah Utsman bangunan Indah yang megah mulai dibangun, dan ekpansi dakwah keluar negeri mulai digalakkan.

Bani Ummayah dan Bani Abbasiyah malah memindahkan ibukota jauh ke Bagdad, untuk pertama kali ada kota yang bentuknya bulat -The Round City, City Of Peace, di masa khalifah ke lima Harun Al-Rasyid. Beliau membuat sekeliling kota dialiri air sungai Tigris, sehingga kota itu kini ditiru oleh Barcelona, Spanyol dan Venezia, Italia. beberapa film juga membuat replika kota ini, seperti Basingse di film Avatar the last air bender Sedangkan kota Bulat pertama itu sudah diluluhlantakkan Amerika.

Keren Kali Bah! Bagdad dulu.. (Source)

Di masa Abbasiyah ilmu pengetahuan berkembang pesat, dunia jadi berkiblat pada islam dalam perihal ilmu pengetahuan, sampai ilmuan dari Eropa belajar ke Bagdad dan ada yang menjadi penerjemah, supaya buku-buku filsafat Yunani bisa dipelajari oleh orang islam.

Tingginya pendapatan kerajaan membuat raja-raja islam lupa diri dan menumpuk-numpuk kekayaan sehingga dibenci rakyatnya. Ditengah kebobrokan moral pemimpin itu, Mongol di seberang Asia  menyatukan seluruh cina, mengumpulkan kekuatan dan menyerang negara sekitar sampai ke Bagdad setelah negeri di sekitar sudah mereka kuasai, ada yang bilang mereka menghaguskan semua buku pustaka di Bagdad dan membuat air sungai tigris menjadi hitam akibat abu buku yang dibakar, ada yang pesimis saat semua buku itu tak ada, Islam tak bisa bangkit lagi. tapi saya yakin dan percaya, Allah bersama kita semua, dan kalau kita bersatu, Islam akan kembali menguasai dunia. disini kita belajar satu hal, kalau perpustakaan itu sangatlah penting, hancur perpustakaan, maka hancur pula peradaban.

Dari Karbala sampai Cordoba dan belok Sedikit ke Konstantinopel

 

Setelah @akbarrafs menulis tentang sekelebat sejarah yang dia tahu, saya juga ikut-ikutan. Kalau Akbar menceritakan satu-satu negara, Saya akan  menceritakan episode-episode sejarah saja. Biar tak dikira nanti saya meniru dia, gak sudi saya. Baiklah saya mulai.

40H/661 M

Saidina Ali dibunuh oleh Abdurahman ibn Muljam, hari jumat subuh. 17 ramadan tahun 40 H. di Kufah. Lalu Muawiyah tak ada saingan dan dia mendeklarasikan diri menjadi Kalifah.

Cordoba (Source)

680 M

Yazid anak Muawiyah menjadi kalifah dan dia bukanlah kalifah yang baik -keturunan badui, dan tidak belajar keislaman dan pengetahuan, tapi setelah pembunuhan Husain dia menyesal dan mulai mendekati ulama- dan membuat keputusan kotroversial dan ditangisi umat islam sampai sekarang, yaitu membunuh cucu nabi  saiyidina Husain. 20 orang dari pihak dan 400 tentara utusan Yazid sebenarnya sudah bisa membunuh Husain, tapi tak ada yang berani membunuh Husain, saat waktu salat mereka berhenti perang, dan salat berjamaah lalu Husain jadi imam. saya tak kuasa meneruskan  menuliskan ceritanya, takut saya menangis.  baca sendirilah kejadian bagaimana terbunuhnya Husain. Kejadiannya di Karbala.

Tahun 270 H/884 M

Pasukan islam sedang menaklukkan Romawi, Abdah Bin Abdurrahim dengan gagah memimpin pasukan islam, melihat seorang gadis di istana berambut merah dan sungguh cantik. Tergoda dengan kecantikannya, dia meninggalkan pasukannya dan menikah dengan gadis romawi itu di istana, Allah menghilangkan hafalan Alqurannya dan hanya meninggalkan dua ayat, itupun ayat tentang azab.

705 M/30 H

Interior Masjid Kordoba (Source)

Thariq bin Ziyad yang masih menjadi motivasi kita semua, saat peristiwa bagaimana dia membawa islam ke spanyol, saat kapal tentara kaum muslimin mendarat di selat Giblatar, Thariq membakar kapal dan berorasi, “Di belakang kita lautan lepas dan di depan kita musuh, pilihan kita cuma dua sekarang, menang atau mati!”

Islam bertahan di Spanyol 700 tahun, menguasai berbagai kota sampai kota Barcelona. Di Spanyol sains berkembang sangat pesat dan menyamai peradabad Mesir dan Bagdad. Kota Kordoba disebut sebagai City of Light, karena ada jalan puluhan kilometer diterangi cahaya lampu di malam hari. Spanyol menjadi pusat ilmu pengetahuan dunia.

Masjid Cordoba (Source)

1258 M

Tentara Mongol menyerang Bagdad, dinasty Abbasiyah yang berkuasa disana sudah pada masa yang sangat korup. Hulagu Khan berdiri di depan istana dan menyuruh pemuka khalifah mengeluarkan semua hartanya untuk ditumpuk di depan pasukan Mongol, dalam waktu singkat harta kerajaan menggunung di halaman istana, Hulagu tercengang dan berkata “Seandainya kamu memperlakukan hartamu ini dengan adil untuk rakyatmu, maka hari ini tak akan terjadi, rakyat akan melindungi rajanya yang adil” dalam pembumihangusan bagdad yang kejam itu semua buku dibakar sampai membuat air sungai Eufrat dan Tigris menjadi hitam karena abu buku-buku yang dilahap si jago merah. Ada isu kalau buku agama saja yang dibakar, sedangkan buku ilmu pengetahuan dibawa lari ke Eropa.

1266 M

Setelah ayahnya menghancurkan Bagdad, Anaknya Kubilai Khan yang bergaul dengan orang Islam di Bagdad dan membangun kembali Bagdad.

Sungai Tigris (Source)

1031 M

Kerajaan Islam di Spanyol terpecah belah dan bertarung sesama mereka. Huff! Berebut kekuasaan dan saling menaklukkan, malah ada yang meminta bantuan pada kerajaan kristen untuk melawan sesama islam.

1491 M

Kerajaan  Granada Jatuh dan dikuasai Kristen, setahun setelahnya raja Philip II, mengeluarkan peraturan kalau orang Islam harus di usir dari Spanyol. Yang tak mau masuk kristen dibunuh dan yang disuruh keluar Spanyol juga dibunuh.

1453 M

Islambul (source)

Di belahan dunia lain, Turki, Berdiri khalifah Utsmaniah. Dibawah kaisar Alfatih, hadits rasulullah menjadi kenyataan, Sabda Nabi “Konstantinopel akan dibukakan (untuk ummat islam), yang memimpin penaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukannya adalah sebaik-baik pasukan” Alfatih membuat nyata hadis itu setelah 800 tahun Rasullulah wafat. Sebelum ini Muawiyah juga pernah mencoba menyerang Kota Heraklius ini, tapi gagal.

Ottoman Empire, kerajaan Turki Usmani adalah khalifah terakhir Islam. Ibunda Alfatih saat bayinya masih kecil selalu mengelus-elus dinding Konstantinopel, lalu berkata pada anaknya “kamulah nak, yang menghancurkan dinding ini nanti” doa ibu luar biasa.

Tidak hanya itu, saat penaklukan Alfatih ditemani seorang ulama disampingnya. Syeikh Ismail bin Ahmad Alqurani adalah ulama itu, walaupun Alfatih seorang pangeran tapi beliau dididik karakternya dengan keras oleh syeikh, malah pernah dipukul kalau tidak patuh.

Kejadian bersejarah membawa kapal laut di darat saat penaklukan Konstantinopel (source)

Maka saat penaklukan Alfatih bersama Syeikh Alqurani berusaha membuktikan hadis nabi. Sang ulama terus berdoa pada Allah dan khalifah terus berpikir keras bagaimana menembus tembok berlapis Byzantium. Romawi sejak tahun 330M menjadikan Konstantinopel ibukota, mereka mulai sombong kalau dinding ini tidak bisa ditembus, akibat kesombongan ini mereka kini hancur dan kerajaan mereka menciut.

Itu saja dulu yang saya tahu tentang kejayaan islam di masa lampau, ada yang bilang seandainya Raja Philip dan Ratu Isabella tidak membunuh orang Islam di Spanyol, Eropa sekarang di isi orang Islam. Belum tentu juga kan men? Biarlah kita menjadi ummat yang tak memakai kata seandainya, sisa-sisa ajaran islam masih terpatri dispanyol, buktinya orang spanyol sopan dan lebih menjaga lingkungan –nyoe hana meupeu peugah lee.

20 Juli 2018 M,

saya menuliskan ini. Baiklah sudah cukup 600kata, nantikan episode selanjutnya kalau saya ingat menuliskannya. Saya Tugluk Timur Khan, Melaporkan dari Anatolia.